Rabu, 20 Oktober 2010

Audit, Assurance dan Pengendalian Internal

1. a. Sertifikat relevan apa yang didukung oleh organisasi tersebut? Berapa biaya yang diperlukan untuk mengambil ujian sertifikasi tersebut?

Jawab :
Nasional : Qualified Internal Auditor (QIA) dan Professional Internal Auditor (PIA)
Internasional : Certified Internal Auditor (CIA)
biaya ujian kira-kira sekitar $160.

b. Apa saja persyaratan yang ditetapkan oleh organisasi terkait dengan ketentuan pendidikan berkelanjutan?

Jawab :
Profesi audit internal memiliki Persyaratan profesi yang harus ditaati dan dijalankan oleh segenap auditor internal. Kode etik tersebut memuat standar perilaku sebagai pedoman bagi seluruh auditor internal.
Konsorsium Organisasi Profesi Auditor Internal (2004) telah menetapkan kode etik bagi para auditor internal yang terdiri dari 10 hal sebagai berikut :
1. Auditor internal harus menunjukkan kejujuran, obyektivitas dan kesanggupan dalam melaksanakan tugas dan memenuhi tanggungjawab profesinya.
2. Auditor internal harus menunjukkan loyalitas terhadap organisasinya atau terhadap pihak yang dilayani. Namun demikian, auditor internal tidak boleh secara sadar terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menyimpang atau melanggar hukum.
3. Auditor internal tidak boleh secara sadar terlibat dalam tindakan atau kegiatan yang dapat mendiskreditkan profesi audit internal atau mendiskreditkan organisasinya.
4. Auditor internal harus menahan diri dari kegiatan-kegiatan yang dapat menibulkan konflik dengan kepentingan organisasinya atau kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan prasangka, yang meragukan kemampuannya untuk dapat melaksanakan tugas dan memenuhi tanggungjawab profesinya secara obyektif.
5. Auditor internal tidak boleh menerima sesuatu dalam bentuk apapun dari karyawan, klien, pelanggan, pemasok ataupun mitra bisnis organisasinya, yang dapat atau patut diduga dapat mempengaruhi pertimbangan profesionalnya.
6. Auditor internal hanya melakukan jasa-jasa yang dapat diselesikan dengan menggunakan kompetensi profesional yang dimilikinya.
7. Auditor internal harus mengusahakan berbagai upaya agar senantiasa memenuhi Standar Profesi Audit Internal.
8. Auditor internal harus bersikap hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugasnya. Auditor internal tidak boleh menggunakan informasi rahasia (i) untuk mendapatkan keuntungan pribadi, (ii) secara melanggar hukum, (iii) yang dapat menimbulkan kerugian terhadap organisasinya.
9. Dalam melaporkan hasil pekerjaannya, auditor internal harus mengungkapkan semua fakta-fakta penting yang diketahuinya, yaitu fakta-fakta yang jika tidak diungkap dapat mendistorsi laporan atas kegiatan yang direview, atau menutupi adanya praktik-praktik yang melanggar hukum.
10. Auditor internal harus senantiasa meningkatkan kompetensi serta efektivitas dan kualitas pelaksanaan tugasnya. Auditor internal wajib mengikuti pendidikan profesional berkelanjutan.

c. Bagaimana organisasi tersebut mendukung auditor TI? Jelaskan secara terinci?

Jawab :
Keberadaan TI menambah rumit desain pengendalian internal yang efektif. Semua data disimpan dalam sistem informasi. Sementara itu, koneksi akses berada di berbagai tempat dan juga terdapat hubungan antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lain. Hal ini meningkatkan risiko akses oleh pihak yang tidak berwenang, pencurian informasi, dan juga kerusakan. TI juga rawan kejahatan atas sistem, data, dan aset. Pihak-pihak tertentu dapat memanfaatkan TI untuk mengesampingkan pengendalian internal sehingga terjadi kecurangan keuangan. Kejahatan dalam lingkungan TI meliputi kecurangan, pencurian aset, dan juga korupsi. Permasalahan lain yang dapat timbul yaitu kerawanan atas kerusakan sistem, baik karena bencana maupun virus.

d. Publikasi apa saja yang diterbitkan oleh organisasi tersebut? Apa kaitan publikasi tersebut dengan audit TI?

Jawab :
Beberapa publikasi yang telah dibahas dalam forum diskusi yang telah diselenggarakan oleh IKAI diantaranya:
- AUDIT EKSTERNAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN KOMITE AUDIT
- AUDIT INTERNAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN KOMITE AUDIT
- KONTROVERSI SEPUTAR STANDARISASI KOMITE AUDIT
- PROSES PENUNJUKAN AUDITOR EKSTERNAL: PELAJARAN DART KASUS PT. TELKOM
- KEJELASAN PERAN, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DARI KOMITE AUDIT DI PERBANKAN

e. Apa saja layanan yang diberikan oleh organisasi itu kepada para anggotanya?

Jawab :
1). Menyediakan wadah untuk meningkatkan kompetensi dan integritas anggota secara berkesinambungan;
2). Mendorong pemberdayakan fungsi dan peran auditor internal
3). Meningkatkan kualitas auditor internal sesuai tuntutan perkembangan lingkungan
dan standar profesi
4). Membangun komitmen anggota dalam pengembangan profesionalisme audit intern.

f. Dimanakah letak kantor cabang terdekat?

Jawab :
Rukan Bougenville Estate A-24 Jl. KH Noer Alie Kalimalang Caman Jatibening Pondok Gede Bekasi 17412

g. Apakah terdapat program keanggotaan mahasiswa dalam organisasi tersebut? Jika ya, berapa biaya yang dikeluarkan untuk anggota mahasiswa?
Masukan: AICPA, ISACA, IIA, ACPE, FASB

Jawab :
Setahu saya belum ada deh kayaknya..

2. a. Jelaskan ketentuan mengenai komite audit dalam S-OX ?

Jawab :
1. Merupakan pengakuan dan pernyataan atas tanggung jawab terhadap keseluruhan proses, penyusunan dan pemuatan laporan keuangan.
2. Memastikan bahwa setiap hal dalam laporan keuangan telah disajikan dan dilakukan sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
3. Menjamin bahwa seluruh rangkaian informasi yang tersaji adalah dalam rangka menjalankan prinsip keterbukaan (disclosure) telah dimuat dan disampaikan.
4. Menjamin bahwa informasi yang disampaikan tidak menyesatkan (miss leading information) dan tidak ada informasi atau fakta material yang dihilangkan.
5. Menyatakan tanggung jawab atas seluruh proses sistem pengendalian interen (internal control) perusahaan.

b. Jelaskan ketentuan mengenai pengendalian internal dalam S-OX ?

Jawab :
sistem pengendalian akuntansi dan sistem pengendalian administrasi. Sistem pengendalian akuntansi meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi dan memeriksa ketelitian dan dapat dipercayainya data akuntansi. Sistem pengendalian akuntansi yang baik akan menjamin
keamanan kekayaan para investor dan kreditur yang ditanamkan dalam perusahaan serta akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya. Sistem pengendalian administrasi meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen (Standar Profesional Akuntan Publik Standar Auditing (SPAP SA) Seksi 319).
Sistem pengendalian interen bukanlah sesuatu yang baru dalam pasar modal Indonesia. Hal tersebut tercermin dari adanya peraturan, baik yang mengatur masalah yang terkait dengan pengelolaan pada umumnya maupun yang terkait dengan pelaporan keuangan.

c. Bagaimana perubahan tersebut berpengaruh terhadap auditor IT?

Jawab :
perubahannya Komite Audit telah memformalkan pertemuan/rapat Kelompok Kerja
Komite Audit yang kegiatan utamanya adalah menindaklanjuti penerapan serta status dari resolusi yang dihasilkan dalam rapat Komite Audit dan menelaah kecukupan atas isu-isu yang akan didiskusikan pada rapat Komite Audit berikutnya. Rapat Kelompok Kerja ini harus dihadiri sekurang-kurangnya oleh dua anggota Komite Audit dan melaporkan hasilnya kepada Komite Audit.

d. Bagaimana perubahan tersebut berpengaruh terhadap auditor internal?

Jawab :
Perubahan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA. Dengan adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit.

e. Bagaimana perubahan tersebut berpengaruh terhadap auditor keuangan?
Jawab :
IT IS SULIT UNTUK SETIAP ORGANISASI BAYANGKANLAH menjadi hari efektif tanpa manfaat sistem TI. IT is the foundation on which many enterprises run, and its failures can have a profound effect on business performance. TI adalah fondasi dimana banyak perusahaan yang dijalankan, dan kegagalan yang dapat memiliki efek yang mendalam terhadap kinerja bisnis. According to ComputerWeekly, for example, electronics testing company Agilent Technology's chief financial officer blamed the company's poor 2002 third quarter results on "a problem-strewn big-bang" enterprise resource planning rollout. Menurut ComputerWeekly, misalnya, direktur keuangan perusahaan pengujian elektronik Agilent Technology miskin menyalahkan perusahaan 2002 hasil kuartal ketiga pada "big bang masalah-puing-" perusahaan rollout perencanaan sumber daya. Agilent's implementation failures caused manufacturing to go offline for a week and cost the company US $70 million in lost operating profits. kegagalan implementasi Agilent's menyebabkan manufaktur untuk offline selama seminggu dan biaya perusahaan US $ 70 juta pada laba usaha hilang. In another example, payments processor Heartland Payment Systems Inc. disclosed in January that it had agreed to pay issuers of Visa-branded credit and debit cards up to US $60 million for losses resulting from a data security breach. Dalam contoh lain, prosesor pembayaran Heartland Payment Systems Inc diungkapkan pada Januari bahwa ia telah setuju untuk membayar penerbit kredit Visa-branded dan kartu debit sampai dengan US $ 60 juta untuk kerugian yang timbul dari pelanggaran keamanan data. According to US government estimates, the breach compromised 130 million credit and debit cards. Menurut perkiraan pemerintah AS, melanggar dikompromikan 130 juta kredit dan kartu debit.